Sebanyak 57 persen pekerja generasi ‘Z’ memiliki pekerjaan sampingan atau side hustie untuk menambah penghasilan dan mencari kebebasan ekspresi diri.
Tekanan ekonomi, beban biaya hidup yang tinggi serta tidak ada kepastian ekonomi global mendorong mereka untuk mencari cuan buat tambah hidup. Pekerjaan sampingan adalah menjadi ruang untuk dapat menyalurkan hobi serta ekspresi diri yang tidak ditemukan di perkantoran.
Pada umumnya mereka memanfaatkan platform digital dan investasi yang lebih stabil dari tujuan kerja sampingan. Karena disamping kerja perkantoran, mereka juga dapat melakukan pekerjaan lepas, seperti jasa disain grafis, penulis lepas hingga dukungan berbasis teknologi. Menjual barang kembali lewat media sosial atau jasa menjual barang bekas atau baru.








